KIA MOBIL BUIL- UP BEKASI TELP 021 - 85479927 HP 082114200111

KIA MOBIL BUIL- UP BEKASI TELP 021 - 854799224 HP 082114200111
Mobil built up menurut pandangan saya terkait masalah harga dan kualitas itu ,sangat berpengaruh sekali, kenapa demikian, dikarnakan terkait dengan kualitas negara atau kualitas pabrik

pembuatnya akan mempengaruhi nilai mutlak mobil tersebut dikarnakan jelas , pasti lebih yakin dengan mutu kualitasnya, ada yg sering menanyakan kualitas built up negara mana dulu, secara tdk langsung berpengaruh untuk teknologi yg berkembang akan menentukan nilai mobil tersebut, misalkan brand yg ada di indonesia ada yg bill up tapi buitl up mana dulu jepangkah amerika kah ,atau vietnam dll jadi itu semua di tentukan oleh negara tersebut, misal KIA kia keseluruhan built up. Made in nya dimana di korea berarti nill up korea langsung ,seperti itu agan agan sekalian
Sedangkan CKD itu Completely Knock Down, artinya adalah bahwa suatu kendaraan dikirim perkomponennya lalu dirakit di negara tujuan. Jadi bukan diimpor secara utuh, namun per-part dan ngerakitnya nanti di negara tujuan.
Zaman sekarang sebenarnya jarang yang murni CKD, sebab kalau negara tujuan sudah bisa membuat komponen tertentu dari kendaraan tersebut, maka yang diimpor hanya komponen-komponen yang tidak bisa dibuat di negara tujuan. Nanti setelah semua komponen lengkap (baik yang dibuat di negara tujuan maupun yang diimpor) kemudian dirakit menjadi kendaraan yang dimaksut.
Sedangkan kalau semuanya sudah bisa dibuat di negara yang dimaksut, sebenarnya sudah bukan pakai istilah CKD, apalagi CBU. Itu mah namanya sudah secara total made in negara yang dimaksut.
Kendaraan CBU lebih mahal dari kendaraan CKD karena biaya-biaya pengiriman lebih mahal bila mengrimkan suatu barang yang langsung tepat guna dari pada barang yang masih berupa per komponen.
Mengapa demikian? ya tentunya kalau per komponen, pihak cukai bisa memeriksa detail komponen-komponennya, jadi mereka mentarifkan kecil karena lebih aman barang tersebut bila masuk ke negaranya.
Sedangkan kalau sudah jadi, otomatis pihak cukai kan tidak bisa inspeksi sampai membongkar keseluruhan jeroan mesin kendaraan dan lain-lain, alhasil ketidakamanannya tinggi (menutut asumsi mereka), jadi mereka mentarifkan mahal.
Terkait apa itu tepat guna? analoginya begini.
Seumpama ada folder di komputer berisikan file-file yang bisa dipakai secara langsung, maka akan terdeteksi di hardisk bahwa folder tersebut memakan memori yang besar. So, kalau kita mau mentransfer file tersebut, semisal mau kita emailkan, maka yang terbaca adalah suatu file yang besar tadi karena nilai tepat gunanya masih tinggi.
Sedangkan bila kita meng-compress terlebih dahulu folder tersebut, maka isi didalamnya akan menjadi tidak tepat guna (tidak bisa dipakai), namun manfaatnya adalah pembacaan memori menjadi lebih kecil. Maka, saat kita mau mentransferkan file tersebut akan lebih mudah karena nilai tepat gunanya rendah.
Seumpama 1 mobil saja, kita kirimkan utuh, maka butuh semisal ruang sebesar X
Maka bila kita mengkirimkannya dalam rupa komponen yang belum tersusun utuh, cuma butuh ruang kurang dari X. Bayangkan kalau jumlahnya banyak, pasti selisihnya jadi besar.
Faktor ini pula yang menyebabkan mengapa lebih mahal CBU dari pada CKD. Karena CBU butuh ruang pengiriman yang lebih besar.
Disamping itu, anda pasti bisa membayangkan kan? lebih mudah mana membawa sebuah mobil utuh dan tidak boleh rusak sampai ke tempat tujuan, dibanding per komponennya (yang bisa dipacking dikardus, diberi spons, dll) ke tempat tujuan.
Terkait kualitas lebih baik mana antara CBU dan CKD? relatif jawabannya.
Sebab tergantung banyak faktor.
Contoh : anda mau membeli 2 mobil dengan tipe sama dan bermerk A.
Yang satu CBU yang satu lagi CKD.
Kalau CBU, maka yang menginspeksi kualitas barang adalah negara asal pembuat, semuanya mulai dari kualitas bahan, perakitan, dll. Nah kalau semisal CBU nya dari negara terpercaya semisal (saya ambil contoh : Jerman). Tentu banyak orang akan bilang kualitasnya baik. Tapi kalau dari negara lain? bisa anda spekulasikan sendiri (semisal negara asalnya dari negara yang kualitas industrinya kurang baik, dsb).
Kalau CKD, yang menginspeksi kualitas barang memang negara asal, tapi ingat, itu perkomponen. Sedangkan perakitannya di negara tujuan. Belum lagi kalau beberapa part dibuat oleh negara tujuan. Semisal komponennya dari negara yang kualitas industrinya baik, lalu dirakit di negara yang kualitas industrinya jelek, ya bisa jadi jelek jadinya walaupun komponennya bagus. Berlaku pula kebalikkannya, semisal biarpun perakitannya bagus tapi kalau komponennya jelek, ya jadi jelek kualitasnya.
Namun , mana yang bagus/tidak harus ditinjau dari harganya juga. Sesuaikan kebutuhan, tentunya anda tidak perlu beli kendaraan CBU untuk pengoperasian harian (semisal untuk angkut sayur ke pasar, dsm). Tapi belum tentu juga barang CKD itu tidak layak pakai, toh banyak pula kendaraan CKD yang kualitasnya setara dengan CBU yang harganya jauh lebih mahal.
Terkait belinya di mana? biasanya barang CBU belinya bukan di ATPM (penyedia lokal) tapi dari Importir Umum atau yang khusus mengimporkan mobil tersebut.
Sedangkan yang CKD umumnya sudah dijual di ATPM (semisal, di dealer-dealer resmi, dsm).
Terkait perawatan, terkadang bengkel resmi (biarpun merknya sama) mereka enggan untuk terlibat dalam perawatan mobil yang CBU, karena pihak ATPM tidak menjual barang tersebut (istilahnya : ga ikut jual kok diminta merawat).
Namun terkadang ada pula yang memang diijinkan untuk dirawat di dealer resmi meskipun CBU. Tergantung dari situasi dan kondisi pula. Contoh : Toyota Alphard (yang versi CBU) saya rasa dealer Toyota masih mau kok merawat mobil ini (meskipun tidak maksimal). Tapi semisal diminta merawat mobil CBU yang teknologinya terlampau tinggi, mungkin dealer resmi bakal enggan, karena selain mereka tidak ikut bertanggung jawab, teknologi perawatan di bengkel-bengkel resmi biasanya untuk perawatan kendaraan yang sudah disediakan oleh ATPM, bukan kendaraan yang teknologinya berbeda jauh seperti mobil-mobil CBU kelas sport, dsm.
Setahu saya demikian, semoga membantu :)